>>>>English

Login

User:
Password:
Lupa password?   Registrasi

Informasi spesies

Foto spesies (6) | Diskusi spesies ini (40)
Kelor
Moringa oleifera Lam
Nama umum
Indonesia:Kelor, limaran (Jawa)
Inggris:Moringa, ben-oil tree, clarifier tree, drumstick tree
Melayu:kalor, merunggai, sajina
Vietnam:Chm ngy
Thailand:ma-rum
Pilipina:Malunggay
Moringa oleifera
Kelor

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Dilleniidae
                         Ordo: Capparales
                             Famili: Moringaceae
                                 Genus: Moringa
                                     Spesies: Moringa oleifera Lam

Deskripsi
Kelor (Moringa oleifera) tumbuh dalam bentuk pohon, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 7 - 12 m. Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar. Percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling (alternate), beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda - setelah dewasa hijau tua, bentuk helai daun bulat telur, panjang 1 - 2 cm, lebar 1 - 2 cm, tipis lemas, ujung dan pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus. Bunga muncul di ketiak daun (axillaris), bertangkai panjang, kelopak berwarna putih agak krem, menebar aroma khas. Buah kelor berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 - 60 cm, buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat - berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan. Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak. Perbanyakan bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian 1000 m dpl, banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang.

Kegunaan & Budidaya
Analisa terhadap nutrisi daun kelor kering yang dilakukan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan hasil sebagai berikut:




























Parameter Unit Test I Test II
1. Beta Carotene mg/100 12,988 12,932
2. Choline mg/100 95,715 96,989
3. Vitamin B1, Thiamine mg/100 0,575 0,572
4. Vitamin B2, Riboflavin mg/100 0,794 0,807
5. Vitamin B3, Niacin mg/100 3,6843,670
6. Vitamin C, Ascorbic Acid mg/100 57,964 59,732
7. Protein g/100 29,722 29,487
8. Fat g/100 2,180 2,186
9. Carbohydrate g/100 47,461 47,377
10. Energi calori 328,359 327,126
11. Fiber g/100 16,857 16,883
12. Calsium (Ca) mg/100 2683,312 2663,205
13. Magnesium (Mg) mg/100 1076,115 1077,083
14. Phosphor (P) mg/100 352,417 354,787
15. Potassium (K) mg/100 2401,160 2402,360
16. Copper (Cu) mg/100 0,751 0,725
17. Iron (Fe) mg/100 41,890 42,075
18. Isoleucine g/100 21310,75 21030,87
19. Leucine g/100 36189,89 36890,82
20. Lysine g/100 25618,09 25544,17
21. Methionine g/100 5405,58 5431,86
22. Phenylalanine g/100 21639,97 21739,24
23. Threonine g/100 18186,58 18594,36
24. Valine g/100 27269,38 27384,32
25. Tryptophan g/100 5984,33 6166,47


Khasiat Daun Kelor
Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya.

Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

Efek Samping
Daun kelor tidak mengandung zat berbahaya dan kerena itu tidak memiliki efek samping. Kelor merupakan sayuran yang sudah umum dikonsumsi di masyarakat. Di lingkungan masyarakat yang gemar mengonsumsi daun kelor untuk sayuran seperti di daerah Pasuruan, Jawa Timur, selama ini tidak pernah ditemukan keluhan atau kasus keracunan akibat mengonsumsi daun kelor.

Artikel
Kelor di Jaman Kuno, Kelor di Jaman Modern, Tetap Sama Ampuhnya

Copyright 2012 Plantamor.com - All Rights Reserved    [ Ketentuan & Persyaratan ]    [ Tentang Kami ]