Artikel - Pertanian:
Hijaukan Kota dengan Urban Farming
Januari 31, 2017
Hijaukan Kota dengan Urban Farming Urban farming atau pertanian di perkotaan saat ini tengah menjadi wacana global. Revolusi industri di Eropa pada abad 18 secara tidak langsung berdampak pada perkembangan industri dunia. Sejarah urban farming telah hadir sejak zaman Mesir Kuno dengan adanya industriyang berdampak pada pertambahan penduduk kota. Pertambahan penduduk terutama karena adanya pertambahan penduduk kota (urbanisasi) menimbulkan masalah baru yaitu jumlah ketersediaan pangan serta pencemaran udara. Urbanisasi menyebabkan jumlah permintaan pangan meningkat sedangkan lahan pertanian menyempit sehingga terjadi ketidakseimbangan ketersediaan pangan. Polusi udara terjadi dikarenakan asap pabrik dan kendaraan bermotor ditambah lagi dengan semakin berkurangnya ruang terbuka hijau (pepohonan).

Menanggapi permasalahan di atas, urban farming (pertanian kota) merupakan salah satu solusi mengatasinya. Urban farmingmerupakan konsep pertanian yang dapat dijalankan di perkotaan. Dengan urban farming diharapkan setiap penduduk kota dapat memaksimalkan lahan yang sempit untuk kegiatan pertanian yang dialakukan secara intensif dengan teknologi yang memungkinkan hasil yang tinggi pada lahan terbatas. Hal ini tentunya memberikan tantangan yang dinamis karena aktivitas pertanian di perkotaan perlu melibatkan gabungan antara keterampilan, keahlian dan inovasi dalam budidaya secara kreatif.

Kegiatan urban farming dapatdilakukan oleh setiap warga perkotaan. Biasanya model urban farming ini diperuntukkan sebagai pemanfaatan ruang terbuka hijau baik privat atau publik (Ruang Terbuka Hijau). Selain memberikan kontribusi penyelamatan lingkungan melalui pengelolaan 3R (reuse, reduse, recycle), juga dapat menghasilkan O2 untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup kota, meningkatkan estetika kota bahkan lebih jauh lagi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan bisa juga menjadikan penghasilan tambahan bagi penduduk kota.

Kesadaran mengenai degradasi lingkungan di perkotaan akibat relokasi sumberdaya menjadikan inspirasi untuk mengembangkan skema pertanian urban di Indonesia. Pertanian urban umumnya dilakukan untuk beberapa tujuan, diantaranya:

Tujuan produktif: pertanian lahan kota sebagai pemenuhan kebutuhan pangan meskipun hanya untuk kebutuhan personal

Tujuan astetika: pertanian lahan kota baik ditanami tanaman pangan/tanaman hias dengan fokus tujuan pada seni, sehingga masyarakat urban memiliki “hiburan” atau wadah relaksasi dan rekreasi lokal yang segar

Tujuan ekologis: pertanian lahan kota yang memfokuskan kegiatannya sebagai penyelamatan lingkungan hidup dengan cara memaksimalkan prinsip

Tujuan industri/bisnis: pertanian kota dengan skala besar yang bertujuan bisa memproduksi pangan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di kawasan perkotaan

Contoh kota di Indonesia yang sudah menerapkan Urban Farming selain Kota Surabaya juga di Kota Bandung, dengan jumlah penduduk yang besar dan pembangunan yang pesat, tak lagi memiliki banyak lahan hijau. Pemkot Bandung sedang gencar mensosialisasikan program urban farming. Konsep urban farming tersebut adalah memanfaatkan lahan tidur di perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif hijau dimana setiap RW diwajibkan menanam berbagai jenis tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

neka jenis Urban Farming menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, terdiri dari:

1. Tipe A: perkebunan dalam pot/polybag/wadah daur ulang lainnya

2. Tipe B: rumah dengan tanaman produktif di halaman (satu rumah satu pohon)

3. Tipe C: pekarangan rumah bermanfaat sayuran atau tanaman hias

4. Tipe D: tanaman pada dinding (vertikultur)

5. Tipe E: tanaman merambat pada pagar

6. Tipe F: pemanfaatan lahan tidur (komunitas)

Salah satu gerakan Urban Farming di Kota Bandung ini dibangun berdasarkan Ide atau Inovasi warga kotanya terdapat di daerah Pajajaran dengan penerapan berbagai teknologi pertanian yaitu teknologi lading atap (rooftop farm), vertikultur bahkan aquaponik dan bagi pemula di urban farming, bisa melihat langsung ke lokasi atau dapat dilihat melalui Grup public facebook dengan nama Urban Farming Pajajaran Bandung Juara yang dipelopori oleh Kusdian dan Wawan Setiawan.

Nah, sekarang coba perhatikan disekitar anda, apakah sudah menerapkan urban farming? Jika belum, mengapa tidak mulai bergerak dari Anda…yuk, segar hijaukan dinding kota kita…menjalani gaya hidup urban yang sehat dengan prinsip back to nature dan grow your own food secara tidak langsung kita akan menyadari bahwa “saving environment can be fun”.

Sumber:
BBPP Lembang
http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1016-hijaukan-kota-dengan-urban-farming

Komen

0 Komen
Silakan login untuk menulis komen.